Pengemis Tua di Bogor Ini Ternyata Punya Mobil, Penghasilan per-Hari Rp 200 Ribu

Seorang peminta-minta yang biasa meminta-minta di area Jalan Abdullah bin Nuh, Bogor, terpergok mempunyai mobil. Pria tua tanpa hidung tersebut kemudian diusir petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor saat berkeinginan mengemudikan mobil minibus miliknya guna meninggalkan tempat tempatnya mengemis.

Foto peminta-minta mempunyai mobil Daihatsu Xenia warna hijau muda ini lantas beredar dan menjadi bahan pembicaraan di WhatsApp grup.

Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Dimas Tiko ketika dikonfirmasi membenarkan potret yang beredar di media sosial ialah seorang peminta-minta yang biasa mangkal di Simpang Yasmin maupun Simpang Semplak dan diketahui mempunyai mobil.

“Tidak terdapat tindakan sebab posisi anggota sedang mengerjakan penertiban APK (alat peraga kampanye). Tapi bakal kami telusuri lagi,” kata Dimas, ketika dikonfirmasi di Bogor, Selasa (19/3) malam.

 

Terkuaknya seorang peminta-minta tua mempunyai mobil itu bermula saat sebanyak anggota Satpol PP sedang mengerjakan giat penertiban perangkat peraga kampanye di area Jalan Abdullah bin Nuh, tepatnya di Simpang Yasmin pada Senin (18/3).

Karena dikira kedatangan petugas Penegak Perda yang berkeinginan melakukan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), lelaki yang belum diketahui identitasnya tersebut terlihat tergesa-gesa masuk lokasi parkir gedung dekat Lotte Mart.

Secara kebetulan, kendaraan yang ditumpangi petugas Satpol PP juga masuk ke lokasi yang dituju kakek itu dan parkir saling berdekatan. Karena fobia digelandang ke kantor, kakek tanpa hidung tersebut langsung menerbitkan kunci mobil dari saku baju kokonya.

Namun, sesaat bakal membuka pintu depan mobilnya, anggota Satpol PP yang telah mengenali wajah pengemis tersebut lantas mendekat dan menginterogasinya. Begitu memahami kakek tersebut mempunyai kendaraan pribadi, semua anggota Satpol PP juga tercengang.

 

Petugas kemudian melulu melakukan pengusiran terhadap kakek yang mengenakan sarung, baju koko, dan peci hitam itu. Sebelum meninggalkan lokasi, seorang anggota Satpol PP sempat memfoto saat peminta-minta membuka pintu kemudi mobilnya.

Kemudian potret tersebut tersebar di WhatsApp sampai menjadi trending topic, khususnya di kalangan emak-emak di Bogor.

“Kemarin itu melulu diusir sebab posisinya anggota kami sedang mengerjakan penertiban APK. Tapi nanti kami akan kerjakan razia,” ujar Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi.

Informasi yang dihimpun, kakek tanpa hidung ini biasa meminta-minta di Simpang Yasmin, Simpang Semplak, dan seputar Kampus IPB Dramaga. Pengendara yang tidak jarang melintasi area tersebut pasti pernah menyaksikan sosok peminta-minta ini.

Setiap hari, sang kakek ini tidak jarang kali menengadahkan tangan meminta-minta untuk setiap pengendara yang berhenti di lampu merah maupun titik kemacetan.

Saat beraksi, penampilannya diciptakan seolah miskin. Wajah tanpa hidung menjadi senjata ampuh guna mendapatkan duit dari orang yang merasa kasihan.

Penghasilan Rp 200 Ribu Sehari Petugas Dinas Sosial sempat mengerjakan interogasi terhadap peminta-minta tua itu. Interogasi dilaksanakan di Kantor Dinsos, Jalan Merdeka, Bogor, Selasa (20/3).Kepada petugas, pengemis tersebut mengaku mendapatkan pendapatan rata-rata Rp 200 ribu tiap kali meminta-minta dari pagi sampai siang hari.